Press "Enter" to skip to content

Wartawan Dianiaya Oknum Polisi, PWI Sultra Angkat Bicara

Aksi unjuk rasa di Kantor BLK Kendari

TEGAS.CO,. KENDARI – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Pemerhati Keadilan (PK) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Balai Latihan Kerja (Kendari). Kamis, (18/3) berakhir ricuh.

Aksi unjuk rasa tersebut didasari oleh kekesalan terhadap pihak BLK dan Pokja atas keputusan lelang pekerjaan workshop las dan otomotif mobil yang terindikasi menabrak regulasi yang ada.

Petugas Kepolisian Resort (Polres) Kendari yang mengamankan aksi demonstrasi kemudian membubarkan pengunjuk rasa, akibatnya satu pengunjuk rasa pingsan akibat terkena pukulan dan tendangan petugas.

Tak hanya itu, salah satu wartawan media Berita Kota Kendari bernama Rudi mendapat perlakuan yang tak pantas oleh salah satu oknum aparat kepolisian Polres Kendari. Ia juga mendapat perkataan kasar oleh oknum tersebut yang tidak seharusnya diucapkan oleh seorang Aparat Penegak Hukum (APH).

Sebelumnya korban (Rudi) telaj menunjukan identitasnya sebagai pers, namun tidak dihiraukan oleh oknum polisi yang tak bertanggung jawab ini.

Kabag Humas Polda, Kombes Pol. Ferry Walintukan saat dikonfirmasi awak media, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menghubungi Kapolres Kendari untuk mengklarifikasi kejadian tersebut.

“Ada beberapa versi dari kasus kericuhan di BLK, jadi kami masih tunggu konfirmasinya,” terang Ferry.

Koordinator aksi, Aldo Zafar menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap pihak kepolisian dalam pengamanan aksi unjuk rasa kali ini. Ia mengatakan, seharusnya pihak kepolisisan mengayomi masyarakat, bukan malah melakukan tindak kekerasan kepada masa aksi di depan Kantor BLK Kendari.

“Terkait aksi kekerasan pada demonstran, kami akan laporkan ke Propam Polda Sultra,” jelasnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra, Sarjono mengecam tindakan represif oknum polisi terhadap salah satu wartawan Media Cetak Harian Berita Kota.

Menurut Sarjono, situasi penanganan aksi bukanlah menjadi alasan untuk melakukan tindak kekerasan pada wartawan.

Sementara itu, Mahdar, Sekretaris PWI Sultra yang juga merupakan Direktur Media Cetak Harian Berita Kota dalam pernyataannya mendesak Kapolda untuk segera mengusut dan menindak oknum polisi pelaku kekerasan tersebut.

“Kami meminta kepada semua pihak untuk menghargai wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik sesuai UU Pers No 40/1999”, kata Mahdar dalam keterangan tertulisnya.

ISMITH / YA

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *