Press "Enter" to skip to content

Ini Fakta dan Pelapor Dugaan Adanya Plagiat di UHO Kendari

Ini Fakta dan Pelapor Dugaan Plagiat Adanya di UHO Kendari
Ini Fakta dan Pelapor Dugaan Plagiat Adanya di UHO Kendari

TEGAS.CO,. SULAWESI TENGGARA – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) melalui DR La Ode Ida pada 2018 yang lalu menyatakan bahwa Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Muhammad Zamrun Firihu telah melakukan dugaan plagiat.

Ia meminta kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang saat itu dijabat oleh M Nasir agar memberikan sanksi tegas kepada Rektor UHO itu.

Menurut La Ode, Zamrun tidak pantas lagi menjabat dan menyandang gelar profesor karena ditemukan tiga judul karya ilmiah dari guru besar ilmu fisika itu yang diperiksa oleh pihak Ombudsman:

Pertama, 2.45 GHZ Microwave Drying of Cocoa Bean.

Kedua, Role of Triple Phonon Excitations in Large Angle Quasi-elastic Scattering of Very Heavy Mass Systems.

Ketiga, Microwaves Enhanced Sintering Mechanisms in Alumina Ceramic Sintering Experiments.

Terkait hal itu pada Pemilihan Calon Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2021-2025 ini kembali menjadi isu hangat.

“Saya mengingatkan agar segera membersihkan kampus, jangan malah dibiarkan. Meminta kepada bapak Zamrun untuk tidak melakukan perlawanan,”Hatur mantan pimpinan Ombudsman RI itu kepada tim cekfakta.tegas.co.

Babak baru mulai setelah adanya surat edaran Kemendikbud yang ditujukan kepada Ketua Senat UHO tertanggal 15 April 2021 menyebutkan beberapa poin, bahwa terdapat dua tindak plagiasi yang dilakukan oleh 2 (dua) Balon Rektor, salah satunya adalah Rektor saat ini Prof. Dr. Zamrun Firihu.

Menjawab Surat Edaran tersebut, Ketua Senat UHO, Prof Takdir Saili saat dijumpai setelah agenda tindak lanjut rekomendasi dari Dirjen Dikti menjelaskan, ada dua poin yang dibahas. Pertama laporan masyarakat tentang dugaan plagiasi yang dilakukan Prof. Dr. Zamrun Firihu.

Kedua, plagiasi diri (self plagiasi) yang diduga dilakukan Dr. Eng Jamhir Safani.

“Yang menyatakan plagiasi adalah Tim dari Kementerian bukan dari senat, padahal aturannya harus di senat, olehnya itu kami meminta waktu untuk mengklarifikasi hal tersebut,”ucapnya saat ditemui Senin (19/4/2021).

Kata Takdir, dalam aturan Permendiknas No 17 tahun 2010 kasus plagiasi ini harus ditangani oleh senat bukan yang lain.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam poin Permendiknas No 17, juga diatur tentang keputusan yang diambil, dimana sebelum menjatuhkan hukuman plagiat, yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi.

“Langkah yang diambil senat yaitu memberikan kesempatan terhadap pihak yang dirugikan, dalam hal ini Prof. Dr. Zamrun Firihu untuk melakukan klarifikasi,”beber Ketua Senat UHO ini.

Dikatakannya, surat itu belum final, untuk itu pihaknya akan membawa disenat. Apakah nanti diterima mentah-mentah atau perlu adanya tindak lanjut menjawab surat ini,” olehnya kami sepakati secara bersama-sama untuk menjawabnya,”katanya menambahkan

Terkait waktu, katanya, pihaknya akan segera menindak lanjuti. Ia memastikan dalam jangka waktu satu minggu akan ada hasilnya.

Takdir juga membeberkan terkait poin kedua dalam Surat Rekomendasi yang menyatakan Dirjen meloloskan kembali Dr. Eng Jamhir masih akan ditunda untuk sementara dan akan dilanjutkan setelah adanya klarifikasi pertama.

“Kalau sudah ada klarifikasi poin pertama, maka kami lanjutkan rapat untuk menyatakan apakah menyetujui atau tidak poin ke dua ini,” imbuhnya.

Dalam moment tersebut pula, Takdir menyampaikan bahwa batasan waktu pilrek merujuk pada peraturan senat tentang pilrek.

“Paling lambat 2 minggu sebelum masa berakhirnya jabatan rektor saat ini, harus sudah keluar 1 nama, dan masa jabatan rektor berakhir 18 Juli jadi paling lambat 4 Juli sudah keluar satu nama itu”, bebernya.

Ia juga menerangkan aturan lainnya, yaitu untuk menuju kepemilihan 1 orang ini, menteri sudah mendapat hasil 3 besar, 1 bulan sebelumnya yaitu paling lambat 4 Juni sudah ada penetapan 3 besar.

“Saat ini kita menunggu pengundian 3 besar, seharusnya jadwalnya selesai 12 April kemarin hanya karena ada lapor melapor jadi terhambat, jadi waktu kita ini masih panjang, dan harapan kedepan tentunya win-win solution tidak ada yang dirugikan”, tutupnya.

Informasi yang dihimpun media ini, melalui surat edaran Nomor : 0263/E.E4/KP.07.00/2021 tertanggal 15 April 2021, Sebagai berikut:

Menindaklanjuti surat pengaduan masyarakat mengenai permohonan penjelasan atas dugaan tindakan plagiasi oleh M Zamrun Firihu dan I Nyoman Sudiana pada karya ilmiah
berjudul “2.45 GHz Microwave Drying of Cocoa Bean” yang diterbitkan pada ARPN Journal of Engineering and Applied Sciences, Vol. 11, No. 19, October 2016 atas karya ilmiah I.N. Sudiana, S. Mitsudo, H. Aripin, L.O. Ngkoimani, La Aba, dan I. Usman dengan judul “Fast Drying of Cocoa Bean by Using Microwave” yang dipresentasikan pada Celebes International Conference on Earth Science (CICES) 2014, (http://www.uho.ac.id/cices2014)
dan diterbitkan pada prosiding dengan ISBN 978-602-8161-74-9, dengan pelapor La Ode Ngkoimani dan keberatan atas Keputusan Senat Universitas Halu Oleo (UHO) terkait
penetapan bakal calon rektor dan permohonan seleksi ulang bakal Calon Rektor UHO 2021-2025 dengan pelapor Dr. Eng Jamhir Safani S.Si., M.Si, menyampaikan hal-hal sebagai
berikut:

1. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah membentuk Tim Pencari Fakta yang bertugas:

a. Mengumpulkan fakta dan dokumen terhadap pengaduan masyarakat terkait dugaan plagiasi yang dilakukan oleh salah satu bakal calon Rektor serta seorang dosen yang tidak lolos proses penjaringan bakal calon Rektor

b. Menyusun rekomendasi atas kedua pengaduan tersebut dalam kaitannya dengan
proses penjaringan calon Rektor UHO; dan

c. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada Direktur Jenderal melalui Direktur
Sumber Daya

2. Berdasarkan hasil review dan analisis Tim Pencari Fakta diperoleh kesimpulan bahwa:

a. Muhammad Zamrun Firihu telah melakukan tindakan plagiasi. Oleh karena itu, berdasar Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri sebagaimana telah diubah dengan Permenristekdikti Nomor 21 tahun 2018 tentang perubahan atas Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri dan Permendiknas Nomor 17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Plagiat di Perguruan Tinggi, Sdr. Muhammad Zamrun Firihu tidak memenuhi syarat dalam penjaringan bakal calon Rektor UHO 2021-2025

b. Tim menemukan bahwa Dr. Eng Jamhir Safani, S.Si., M.Si., telah melakukan tindakan plagiasi diri (self plagiasi). Tindakan plagiasi diri belum diatur dan tidak termasuk dalam definisi plagiasi Permendiknas Nomor 17 tahun 2010 Tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Tindak Plagiat Di Perguruan Tinggi. Karena itu Sdr. Dr. Eng Jamhir Safani S.Si., M.Si dapat diloloskan dalam penjaringan bakal calon Rektor UHO sesuai Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan
Tinggi Negeri sebagaimana telah diubah dengan Permenristekdikti Nomor 21 tahun 2018 tentang perubahan atas Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri

3. Berdasarkan hal-hal tersebut, kami mohon agar Saudara menindak lanjuti rekomendasi tersebut; meninjau kembali Keputusan Senat sesuai notula rapat Senat UHO pada tanggal 21 Maret 2021 dalam rangka penetapan bakal calon Rektor UHO Periode 2021-2025; serta melakukan penjaringan ulang dan pendalaman bakal calon Rektor UHO Periode 2021-2025.

Hingga berita ini diterbitkan Prof Dr Muhammad Zamrun Firihu belum memberikan klarifikasi saat tim cekfakta.tegas.co mengkonfirmasi.

ISMITH/YA

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *